Yosie Anita Penjinak Api dari Minang

Posted April 2, 2013 by acaraevent in News

Di era modern ini, peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan mulai dapat dilihat. Saat ini mulai bermunculan tokoh-tokoh perempuan yang memegang peran sentral di berbagai bidang maupun institusi. Bahkan profesi yang tadinya sangat kental dengan kaum Adam, kini mulai dihiasi oleh perempuan. Contohnya akhir-akhir ini kita sering melihat di berbagai media bagaimana kiprah perempuan di dunia kepolisian. Bahkan sekarang kita juga banyak menjumpai perempuan di dunia politik dan kemiliteran yang sebelumnya kental dengan nuansa maskulin.

Satu lagi profesi yang mungkin jarang digeluti oleh kaum hawa yaitu menjadi pemadam kebakaran. Selain berbahaya, tugas seorang penjinak api juga membutuhkan tenaga fisik yang kuat. Namun hal ini tidak menghambat perempuan bernama Yosie Anita untuk terjun menjadi penjinak api di korps Pemadam Kebakaran Kota Padang.

Perempuan yang lahir di kota Padang 31 tahun lalu ini malah menjadikan profesi pemadam kebakaran sebagai cita – citanya semasa kecil. Sebelumnya wanita yang akrab disapa dengan panggilan ‘Bang Yos’ di lingkungan pekerjaannya ini aktif di berbagai organisasi kemanusiaan sebelum bergabung di Korps Pemadam Kebakaran Kota Padang.

Yosie Anita sering menjadi pusat perhatian ketia ia sedang menjalankan tugas. Bagaimana tidak, dia adalah satu – satunya perempuan yang berprofesi sebagai pemadam kebakaran di Kota Padang.  “Saya tergabung di regu C, berangkat pukul 18.00 WIB, pulang pagi. Saya satu-satunya wanita di Sumatera Barat. Ada juga wanita lain di Jakarta,” kata Yosie saat berbincang dengan detikcom, Selasa (19/6/2012).

“Saya bekerja seperti biasa. Jadi penyiram api, tidak ada perlakuan khusus, sama saja,” sambungnya.

Bertugas selama hampir 9 tahun, Yosie tentu punya pengalaman berkesan. Mulai dari hal-hal yang lucu hingga berbagai momen membahayakan jiwa. Cerita pertama, ketika dia bertugas pada tahun 2007. Saat itu, Yosie dan rekan-rekannya menaiki mobil pemadam kebakaran nomor 01. Namun saat menit terakhir, dia memutuskan untuk turun dari mobil itu dan pindah ke kendaraan lain.

“Di tengah jalan, mobil yang harusnya saya tumpangi kecelakaan. Dua orang meninggal saat itu,” ceritanya.

Wanita yang menikah pada tahun 2010 ini juga pernah tersengat listrik saat memadamkan api. Saat itu, PLN setempat belum memadamkan listrik, namun dia sudah menyiram bangunan.

“Akhirnya kita mundur. Ada juga yang membahayakan lainnya seperti gas bocor dan lain-lain,” terangnya.

Gempa yang terjadi pada tahun 2009 di Kota Padang juga cukup meninggalkan bekas di ingatan Bang Yos. Saat itu, dia ikut dalam tim yang mengevakuasi wanita korban gempa yang terjebak di reruntuhan bangunan. Wanita itu belakangan harus diamputasi kakinya guna menyelamatkan jiwanya.

“Kita ke TKP sama kawan-kawan. Ada dua orang kejepit, dia diantara mayat-mayat meninggal,” kenangnya.

Semua pengalaman berharga itu dijadikan motivasi bagi Bang Yos untuk bekerja dan terus menyelamatkan nyawa. Dia sudah siap menanggung semua risiko yang ada, meski harus meninggalkan keluarga ketika bertugas.

“Untung suami juga kadang suka nemenin. Dia juga relawan,” tutur Yosie.

Sumber: Detik.com


About the Author

acaraevent