Legendra Padusi: 3 Wanita, 3 Kehidupan, 1 Budaya

0
Posted May 3, 2013 by acaraevent in News

Kamis, 02 Mei 2013 | 08:49

Jakarta – Sukses menggelar Opera Jawa Selendang Merah, kini Djarum Apresiasi Budaya kembali mempersembahkan pagelaran budaya berjudul Legendra Padusi. Berbeda dengan Selendang Merah yang kental budaya Jawa, kisah Padusi diangkat dari budaya khas Padang, Minangkabau. Rencananya legenda drama tari (legendra) Padusi ini akan dipertunjukan pada Jumat (10/5) dan Sabtu (11/5) di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM).

Legendra Padusi adalah sebuah legenda yang mengandung ajaran luhur inspiratif bagi orang banyak, khususnya kaum perempuan. Lewat karya Padusi akan digambarkan tentang kekuatan 3 wanita, 3 kehidupan, dalam 1 budaya.

Untuk membuat cerita Padusi, Djarum Apresiasi Budaya mengajak maestro tari sekaligus guru besar ISI Padang Panjang Tom Ibnur. Sebagai orang Minang, Tom pun merasa bangga cerita Padusi akhirnya diangkat ke dalam sebuah pertunjukan di Jakarta. Demi meninggalkan kesan mendalam pada penonton, Tom mengajak 65 pemain dalam Legendra Padusi mendatang.

“Saya menunggu 50 tahun untuk bisa membuat karya Padusi ini. Sekarang saya pun akan mengerahkan tenaga, agar Legendra Padusi tidak dilupakan,” kata Tom saat ditemui usai jumpa pers Legendra Padusi di Hotel Ambhara Jakarta, Rabu (1/5).

Padusi sendiri, dikatakan Tom, merupakan kisah tentang percintaan, kesetiaan, dan harga diri. Nantinya semua kisah akan digambarkan dengan seni drama dan tari. Tidak hanya soal kisah cinta, Legendra Padusi pun akan mengangkat cerita sejarah yang sangat kental di kalangan masyarakat Minang.

Selain Tom, legenda Padusi juga melibatkan Rama Soeprapto sebagai sutradara dan Nia Dinata sebagai penulis naskah. Sementara untuk pemain yang terlibat antara lain Sha Ine Febriyanti, Jajang C. Noer, Niniek L. Karim, Arswendy Nasution, Marissa Anita, dan dua pemain teater dari ISI Padang Panjang.

Legendra Padusi juga melibatkan belasan penari yang sengaja didatangkan langsung dari Bukit Tinggi. Nantinya para penari ini akan bersanding dengan Ine Febriyanti sang pemain utama.

Ine Febriyanti yang juga hadir dalam jumpa pers menyampaikan, perannya dalam Legendra Padusi sangat istimewa. Ia diminta untuk menggambarkan tentang kekuatan sekaligus kelemahan seorang wanita yang ada dalam budaya Minang. Sementara Jajang C. Noer diminta memerankan seorang ibu yang selalu tidak berdaya dengan keinginan dari anak lelakinya.

“Dalam Legendra Padusi ini secara nyata digambarkan tentang kehidupan wanita yang selalu mengalami dilema. Khusus untuk peran saya sebagai ibu, terus terang tidak terlampau sulit,” ungkap Jajang.

Kekuatan Wanita
Legendra Padusi yang akan disajikan selama dua hari bercerita tentang sosok perempuan urban Jakarta bernama Padusi. Di usianya yang matang Padusi ingin merasakan kebebasan untuk hidup dan memahami akar budaya aslinga. Padusi pun mengalami dilema yang dalam. Ia akhirnya memilih untuk menjelajahi tanah kelahirannya untuk mendapatkan kebahagiaan hidup.

Selain Padusi, ada pula tiga sosok perempuan yang sangat menonjol dalam legenda tari mendatang. Tiga sosok perempuan tersebut bernama Puti Bungsu, Siti Jamilan, dan Sabai nan Aluih.

Penulis: A-23/NAD  Sumber:Suara Pembaruan

Sumber: http://www.beritasatu.com/hiburan/111430-legendra-padusi-3-wanita-3-kehidupan-1-budaya.html


About the Author

acaraevent


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response

(required)