Kehidupan Sosial Perempuan Minang

0
Posted April 9, 2013 by acaraevent in News

Perempuan Sumatera Barat boleh berbangga dalam bidang pendidikan. Apabila diambil rata-rata umumnya masyarakat Sumatera Barat, perempuan-lah yang memiliki prestasi dan potensial dalam bidang pendidikan. Potensi ini tidak bisa dikaitkan secara langsung dengan kehidupan kemapanan perempuan tersebut. Perempuan di sini belum mendapat kelayakan ruang dan kesempatan untuk memberikan kontribusi dalam bidang pembangunan. Ini yang membuat dilema pada kehidupan kesehariannya.

Figur perempuan dalam kekerabatan sebagai limpapeh rumah nan gadang, umbun puro pegangan kunci, pusek jalo kumpalan tali, kaunduang-unduang ka Madinah kapayuang panji ka sarugo, semakin memperkuat perempuan Minangkabau menjadi perempuan yang aktif, penuh inisiatif dan menjadi teladan dalam kampung.

Ini berarti bahwa dalam aspek sosial budaya, perempuan di sini masih terlindungi oleh sistem matrilinealnya. Secara budaya mempunyai posisi yang tinggi dan terhormat dalam keluarga, dan secara ekonomi memperoleh hak atas rumah, sawah ladang serta sumber-sumber ekonomi lainnya. Selain itu perempuan Minangkabau juga diakui mempunyai hak politik. Karena perempuan diakui mempunyai kedudukan sebagai nan gadang basa batuah, kok hiduik tampek banasa, kok mati tampek baniek.

Hal di atas adalah gambaran ideal posisi dan kondisi perempuan Minangkabau. Namun saat ini semua itu untuk sebagian besar perempuan hanya tinggal menjadi riwayat dulu.

Bila ditinjau lebih jauh terdapat implikasi yang berbeda antara anak perempuan dan laki-laki yang putus sekolah. Anak perempuan yang putus sekolah umumnya dinikahkan pada usia muda, tidak hanya mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan, tetapi juga untuk mengurangi beban orang tua. Kawin muda, tanpa pendidikan yang memadai, tanpa pekerjaan, mereka sepenuhnya

Peran politik perempuan Minangkabau saat ini juga masih relatif jauh dari apa yang diamanatkan di dalam adat, yaitu bahwa perempuan adalah pemimpin yang cerdik pandai. Di dalam keluarga masih relatif banyak perempuan Minangkabau yang belum berperan secara politis, apakah sebagai tempat bertanya, pemberi solusi, pengambil keputusan dan lain-lain.

Dari kondisi tersebut terlihat bahwa saat ini perempuan Minang sebagian besar tidak lagi berada pada posisi yang ideal menurut adat.  Hampir seluruh modal sosial, budaya dan modal ekonominya relatif tidak lagi memberimanfaat bagi keberlangsungan kehidupan dan kualitas peran Minangkabau menghadapi berbagai persoalan yang khas karena sistem matrilinealnya.

Meskipun data menunjukkan bahwa siswa dan mahasiswa yang berprestasi di Sumatra Barat pada umumnya adalah perempuan, asset yang sangat potensial ini belum mendapat ruang yang cukup untuk memberi manfaat bagi perbaikan kehidupan perempuan Minangkabau dalam pembangunan.

 


About the Author

acaraevent


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response

(required)