Budaya Minangkabau, Bukan Budaya Jawa Bersifat Feodal

0
Posted May 3, 2013 by acaraevent in News

Rabu, 1 Mei 2013 19:05

Jakarta, POL

BUDAYA Minangkabau adalah kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau dan berkembang di seluruh kawasan berikut daerah perantauan Minangkabau.

Budaya ini merupakan salah satu dari dua kebudayaan besar di Nusantara yang sangat menonjol dan berpengaruh. Memiliki sifat egaliter, demokratis, dan sintetik, yang menjadi anti-tesis bagi kebudayaan besar lainnya, yakni budaya Jawa yang bersifat feodal dan sinkretik.

Perempuan dalam tradisi Minang memang istimewa. Dia dihormati dan ditempatkan pada derajat yang sangat mulia dengan diberlakukannya sistem matrilineal, suatu adat masyarakat yang mengatur alur keturunan berasal dari pihak ibu.

Dari tiga legenda itulah, pergelaran “Legendra Padusi” dirancang menjadi drama tari yang naskahnya ditulis oleh sutradara perempuan Nia Dinata, tari digarap oleh koreografer Tom Ibnur, serta pementasan disutradarai oleh Rama Soeprapto.

Sedemikian istimewanya pertunjukan ini, sehingga dirinya sampai membawa sejumlah penari asli dari Bukittinggi ke Jakarta khusus untuk pertunjukan Padusi. Dan jauh sebelum itu,

Rama juga pernah menjadi asisten sutradara pementasan “Ilagaligo” yang membuat Rama berkesimpulan bahwa seni tradisi kita sangat kaya.

“Itulah sebabnya saya sangat bergairah menggarap Padusi. Menurut saya Padusi adalah milik dunia, bukan hanya milik indonesia,” ujar Rama kepada para wartawan saat jumpa pers pergelaran “Legendra Padusi” di sebuah hotel di bilangan Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (1/5/2013).

Menurut Nia Dinata, lumayan susah mencari literatur mengenai kisah-kisah yang hendak diangkatnya itu. Namun, setelah melacak ke sana kemari, akhirnya perempuan sutradara ini berhasil menemukan hasil riset dari beberapa penulis.

Budaya Minangkabau adalah kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau dan berkembang di seluruh kawasan berikut daerah perantauan Minangkabau.

Merupakan merupakan salah satu dari dua kebudayaan besar di Nusantara yang sangat menonjol dan berpengaruh.

Budaya ini memiliki sifat egaliter, demokratis, dan sintetik, yang menjadi anti-tesis bagi kebudayaan besar lainnya, yakni budaya Jawa yang bersifat feodal dan sinkretik.

Sumber: http://nusantara-mancanegara.pelitaonline.com/news/2013/05/01/budaya-minangkabau-bukan-budaya-jawa-bersifat-feodal#.UYNgDkp9Wop


About the Author

acaraevent


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response

(required)